Drip Irigasi

Drip Irigasi merupakan cara pengairan tanaman yang tepat, karena penggunaan akan air akan lebih Efisien dan Efektif. Definisi Sistem Jaringan Irigasi Tetes sendiri adalah mengalirkan air dengan menggunakan pipa /  selang yang dialirkan kepada semua tanaman cabai. Dengan Sistem pengairan seperti itu, maka Produktivitas Tanaman cabe tidak perlu dikhawatirkan berdasarkan musim. Irigasi tetes ini hemat air, tidak mengenal musim, karena pada saat musim kemarau atau musim hujan airnya masih tetap mengalir karena airnya disimpan di tandon dan dapat diatur proses keluarnya secara cukup.

Diharapkan, melalui sistem Jaringan Irigasi Tetes, penanaman cabe tidak perlu mengenal musim, dapat meningkatkan produksi cabe petani dan dalam setahun dapat lebih dari satu kali panen. Cabe yang ditanam juga bersifat sangat ramah lingkungan karena kelompok tani selalu didorong untuk seminimal mungkin dalam penggunaan pupuk pestisida, sehingga tanaman yang dihasilkan aman untuk di konsumsi warga. Selain daripada itu, untuk memperbaiki proses produksi menjadi lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas produk sesuai dengan standar.

Drip Irigasi untuk Budidaya Cabe

Teknologi Irigasi dapat secara otomatis untuk pengairan cabe. Teknologi ini menggunakan Pompa yang menyedot sumber air dari parit yang dibendung, lalu mengalirkannya ke tanaman. Pompa beroperasi  setiap pukul 7.00 dan 17.00. Teknologi Irigasi ini dapat menjadi solusi untuk kebun dan Lahan Pertanian yang pasokan airnya terbatas. Teknologi ini juga lebih praktis sehingga dapat meringankan kerja pekebun untuk penyiraman.

Memasang Selang Drip Irigasi

Sistem Jaringan Irigasi Tetes menggunakan Jaringan Pipa dan Selang Air dari bahan plastik. Penggunaan bahan ini dinilai lebih terjangkau daya beli petani. Jaringan Pipa tersebut dipasang di sisi luar Guludan dan Bedengan Tanaman Cabe.

Selang Drip Irigasi

Pipa tersebut kemudian disambung dengan Selang Plastik Hitam, tepat di tengah sepanjang bedengan. Kemudian, di setiap sela-sela tanaman cabai, selang plastik tersebut dilubangi ukuran kecil agar air mengalir ke arah akar tanaman cabai.

 

Selang Drip Irigasi di bawah MulsaSelang di bawah Mulsa Plastik

Sistem Drip Irigasi ini lebih Efisien dan Efektif dalam penggunaan Air. Pengairan dengan cara ini dapat dilakukan setiap dua hari sekali pagi dan sore hari , terutama saat kondisi tanah sudah cukup kering.

Sistem ini amat sangat cocok dikembangkan di lahan Pertanian yang kering atau tadah hujan, hemat air, tetapi pertumbuhan tanaman bisa maksimal.

Jika air mengalir tepat pada bagian akar, hasilnya akan jauh lebih efektif.

Pada Sistem Pengairan Biasa, hanya sekitar 10 persen air yang diserap akar tanaman. Sisanya, akan hilang karena evaporasi atau penguapan.

Petani bisa menerapkan sistem irigasi ini dengan baik dan diharapkan dapat juga menikmati hasilnya yang lebih produktif di segala musim, baik Hujan maupun Kemarau.

Dengan menggunakan sistem Drip irigasi tetes ini, petani hanya menambah biaya untuk membeli Pipa dan Selang Plastik Air. Biaya ini dinilai masih cukup terjangkau. Petani bahkan bisa menghemat biaya tenaga kerja manusia saat tahap penyiraman tanaman. Cara kerjanya sistem ini sangat praktis. Setelah semua Selang Plastik tersambung dan Lubang Selang diarahkan ke akar tanaman, Petani tinggal membuka aliran air melalui stop kran sentral. Tanaman siap diairi.

Fertigasi merupakan salah satu cara pemberian air Irigasi bersamaan dengan proses pemupukan. Fertigasi bisa dilakukan bersamaan dengan Drip Irigasi Tetes (drip irrigation) adalah cara pemberian air pada tanaman secara langsung baik pada permukaan tanah maupun di bawah permukaan tanah melalui proses tetesan secara kontinu dan perlahan. Melalui fertigasi pupuk akan dilarutkan ke dalam air kemudian secara bersamaan diberikan pada tanaman.

Mulsa merupakan material non-hidup yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah yang memiliki fungsi untuk melindungi dari dampak hujan, menekan pertumbuhan gulma, suhu dan evaporasi. Umumnya mulsa yang digunakan oleh para petani yaitu mulsa polyethilen  karena kualitasnya bagus dan harganya murah.

Untuk Selang Plastik untuk Irigasi, bisa menghubungi:

Selang Plastik TetesSelang Irigasi 3 Inch

Bapak Adi Wijaya.

>>> Klik WA: 0888-5672-168 <<<

Bagikan ini :

Selang Drip

Sistem Drip atau biasa disebut Sistem Irigasi Tetes adalah salah satu sistem yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Selang Drip disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan.

Sistem Drip / Fertigasi adalah Sistem yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari sekedar hobi hingga skala komersil. Sebab Biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah.

Biaya pengoperasiannya lebih murah, karena listrik yang digunakan untuk irigasi tidak perlu dinyalakan terus menerus. Dapat menggunakan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Tanaman lebih toleran jika ada pemadaman listrik.

Selang Drip untuk Tanaman Hortikultura

Sistem ini biasanya untuk tanaman sayuran buah seperti tomat, cabai, melon, paprika, dan terong. Sistem ini juga cocok diterapkan untuk menanam sayuran daun dan herbs. Sayuran Akar juga memungkinkan dibudidayakan dengan sistem ini.

Sistem drip berasal dari Israel yang diterapkan langsung ke tanah yang berpasir. Hampir semua tanaman pangan dapat ditanam dengan baik dengan Sistem Drip, mulai dari sayuran daun hingga tanaman sebesar pisang.

Selang Drip pada Pisang

Air merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman, dalam hubungan nya dengan perolehan Hasil Produksi dan Kualitas yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan oleh para petani untuk memberikan air untuk tanaman nya.

Manfaat Selang Drip untuk Tanaman

  1. Memberi Air dan Pupuk yang tersaring ke dalam Tanah melalui Pemancar / Selang yang dilubangi.
  2. Debit Air yang Kecil dan Konstan dengan Tekanan Rendah.
  3. Air akan menyebar di Tanah, samping dan bawah dengan Gaya Kapiler dan Gravitasi. Bentuk Sebaran dan Titik nya tergantung Jenis Tanah, Kelembaban, dan Jenis Tanaman serta Jarak Tanaman.

Keuntungan menggunakan Irigasi Tetes

  1. Efiseiensi dan Efektifitas sangat tinggi, Evaporasi atau penguapan air rendah, pengairan dibatasi sekitar tanaman.
  2. Respon Tanaman Lebih Baik, Produksi, Kualitas, Keseragaman.
  3. Lahan tidak terganggu yang disebabkan oleh siraman.
  4. Bisa diletakkan di bawah Mulsa Plastik.

Sistem Irigasi Tetes mempunyai cara kerja pengontrolan yang baik sejak air dialirkan sampai diserap tanaman. Di samping itu sistem kerja irigasi tetes mengurangi proses penguapan (evaporasi), di mana nutrisi atau pupuk dapat segera diberikan ke tanaman melalui irigasi. Sistem irigasi sangat cocok digunakan untuk tanaman yang ditanam secara berderet yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga dapat menutupi biaya
penyusutan perangkat irigasi tetes. Kandungan air dalam tanah merupakan salah satu hal penting pada produksi tanaman. Pengaturan jumlah dan waktu pemberian air akan mendukung keberhasilan penanaman. Air menjadi media pengangkut nutrisi/hara dan pupuk dari tanah ke seluruh bagian tanaman. Namun kelebihan dan kekurangan air mengganggu tanaman karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan pertanian serta memengaruhi produksi tanaman.

Manfaat irigasi tetes antara lain ialah penghematan penggunaan air, waktu, tenaga kerja, dan biaya tenaga kerja manusia. Penghematan air dengan sistem ini karena diberikan ke tanaman sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman dengan irigasi tetes menghemat waktu karena penyiraman  air dilakukan secara otomatis dengan hanya membuka stop kran. Penggunaan
tenaga kerja manusia menjadi berkurang karena penyiraman dilakukan secara serentak. Pada irigasi tradisional (kocor), petani membutuhkan banyak air dan banyak alokasi tenaga kerja manusia karena dilakukan secara manual dan satu per satu tanaman.

Selang Drip yang berkualitas

Dari Penjabaran diatas, jelas bahwa Selang Plastik Drip mempunyai manfaat yang tinggi dan dapat meningkatkan Produksi Pertanian, dan mempunyai nilai ekonomis dalam penggunaan nya.

Bagikan ini :

Selang Drip Irigasi

Air merupakan kebutuhan Pokok dalam kegiatan Pertanian. Irigasi Tetes salah satu metode di bidang Pertanian yang sudah banyak digunakan oleh para Petani. Irigasi merupakan penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman dengan meneteskan air di permukaan tanah. Penggunaan Irigasi Tetes dapat dikombinasikan dengan penggunaan Mulsa Plastik. Metode Irigasi Tetes menggunakan Selang Drip Irigasi, sangat efisen dalam menglokasikan air pada tanaman.

Selang Drip Irigasi

Hal ini dikarenakan air yang dikeluarkan perlahan sedikit demi sedikit sehingga ada waktu untuk air meresap ke tanah, sehingga penggunaan air sangat efisien dan efektif. Oleh karena itu, dalam penggunaan jumlah air, Metode Irigasi Tetes lebih efisien dibandingkan penyiraman secara konvensional. Ketersediaan air bagi tanaman sangat penting bagi pertumbuhannya, begitu juga ketersediaan tambahan lain seperti pupuk.

Selang Drip Irigasi menghemat Air, Pupuk dan Sumber Tenaga Kerja Manusia

Kegiatan penyiraman perlu perlu dilakukan setiap hari untuk menjamin tercukupinya kebutuhan air bagi tanaman. Kalau Lahan Pertanian Tanaman Besar, akan banyak membutuhkan waktu dan tenaga jika menggunakan cara metode penyiraman konvensional. Saat ini, Biaya yang dikeluarkan untuk Penyiraman Air dengan menggunakan Sumber Daya Manusia akan besar.

Dengan menggunakan Teknologi Metode Irigasi Tetes, proses penyiraman akan menjadi mudah dan sederhana. Dengan bantuan Pompa Air, Air yang dari penampungan didorong menuju Lahan Pertanian dan langsung membasahi permukaan Lahan Pertanian di bawah Mulsa Plastik (kalau menggunakan Plastik Mulsa). Lama proses penyiraman pada metode Irigasi Tetes ini tergantung dari banyak faktor. Faktor itu antara lain, Luas Lahan Pertanian dan Daya Dorong Pompa Air. Selain Penyiraman, Irigasi Tetes dapat juga digunakan untuk memberikan dan mendistribusikan Pupuk kepada tanaman. Untuk Pupuk harus diperhatikan, untuk menggunakan Pupuk yang mudah larut  dalam air, agar tidak menyebabkan penyumbatan pada Selang Plastik nya.

Selang Drip Irigasi dengan Tandon Air

Selang Drip Irigasi menghemat Biaya Produksi Pertanian

Harus diketahui bersama bahwa biaya awal Pembelian dan Instalisasi Selang Irigasi Tetes memang cukup besar. Tapi Biaya Besar ini dapat bertahan hingga lebih dari 2 (dua) Tahun. Selain dapat bertahan hingga 2 (dua) Tahun, biaya besar yang dikeluarkan diawal pemasangan akan ditutup oleh hasil dari usaha tani yang dijalankan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan Irigasi Tetes dapat mengurangi Biaya Tenaga Kerja Manusia untuk Menyiram dan Memupuk. Selain itu, penggunaan Irigasi Tetes dapat menambah efektifitas terpenuhinya kebutuhan Air bagi Tanaman Pertanian, maka Tanaman yang dihasilkan dapat meningkat yang sekaligus Pendapatan Hasil Usaha akan meningkat juga.

Keuntungan yang didapatkan dari budidaya tanaman menggunakan Irigasi Tetes lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan Irigasi Tetes. Biaya Investasi Tinggi Selang Plastik Irigasi yang tinggi, dapat ditutup dari penghasilan tinggi yang didapatkan ketikan menggunakan Metode Teknologi Irigasi Tetes.

Selang Plastik Drip

Dari penjelasan yang telah dilakukan, dapat diambil sedikit kesimpulan bahwa penggunaan Selang Plastik Irigasi Tetes pada Lahan Pertanian perlu dipertimbangkan untuk dapat digunakan dan diterapkan, karena memiliki banyak keuntungan yang akan didapat jika menerapkan Selang Plastik Irigasi Tetes.

Jaringan Irigasi terdiri dari Selang Induk dan Selang Irigasi Tetes. Selang Induk biasanya menggunakan Pralon PVC, tapi bisa diganti dengan Selang Plastik LDPE warna Hitam. Selang Plastik Irigasi Tetes berbahan Plastik LDPE warna Hitam. Warna Hitam ini memiliki kelebihan, sulit ditembus cahaya matahari. Dengan tidak tertembus Cahaya Matahari akan menurunkan resiko adanya penyumbatan yang disebabkan oleh lumut maupun alga. Jika terjadi penyumbatan akan mengganggu kinerja Sistem Irigasi Tetes.

Bagikan ini :

Drip Irigasi Tetes

Irigasi adalah sebuah sistem untuk mengairi suatu lahan dengan cara mengalirkan sumber air. Dalam sebuah pengertian yang lain, irigasi adalah usaha untuk penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi Drip Irigasi Tetes, irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

Irigasi sebuah daya upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Sekarang ini, sudah banyak model irigasi yang dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu.

Drip Irigasi Tetes dibagi dalam beberapa Jenis

  1. Drip Irigasi Permukaan adalah pengaliran air di atas permukaan dengan ketinggian air sekitar 10 – 15 cm di atas permukaan tanah. Drip Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gravitasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu.
  2. Drip Irigasi Lokal  adalah distribusi dengan cara pipanisasi. Menggunakan Gaya Gravitasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal.
  3. Drip Irigasi dengan Penyemprotan adalah irigasi yang biasanya Penyemprotan dipakai penyemprot air. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.

Drip Irigasi Tetes di Lahan Pertanian

Tujuan Drip Irigasi Tetes

Selain daripada untuk mengairi Pertanain Sawah atau Lahan Pertanian, irigasi juga memiliki tujuan lain, yaitu :

  1. Memberi Pupuk atau meRabuk Tanah,  Air sungai juga memiliki zat – zat yang baik untuk tanaman.
  2. Membilas air kotor, yang Biasanya berasal ini didapat di perkotaan. Saluran – saluran di daerah perkotaan banyak sekali terdapat kotoran yang akan mengendap apabila dibiarkan, sehingga perlu dilakukan pembilasan.
  3. Kultamase dapat dilakukan bila air yang mengalir banyak mengandung mineral, material yang kasar. Karena material ini akan mengendap bila kecepatan air tidak mencukupi untuk memindahkan material tersebut.
  4. Memberantas dan membunuh hama, Gangguan hama pada tanaman seperti sudep, tikus, wereng dan ulat dapat diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut dengan air sampai batas tertentu.
  5. Mengatur dan Menetralkan suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bertujuan merendahkan suhu tanah.
  6. Membersihkan tanah dari Zat – Zat yang tidak berguan, Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya penggenangan air di sawah untuk melarutkan unsur-unsur berbahaya tersebut kemudian air genangan dialirkan ketempat pembuangan.
  7. Menambah Tinggi permukaan air tanah. Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya dengan perembesan melalui dinding-dinding saluran, permukaan air tanah dapat dipertinggi dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar meskipun permukaan tanah tidak dibasahi.

Drip Irigasi Metode Tetes pada Pepaya

Drip Irigasi Tetes, selalu digunakan dengan Selang Plastik Irigasi yang ber Kualitas Baik, Kuat, Ulet dan Tahan Lama, sehingga dapat menghemat Waktu dan Dapat digunakan untuk beberapa Siklus Tanaman.

Gunakan Selang Irigasi, dengan Ukuran 15 Cm, untuk Selang Induk nya, atau setara dengan Pralon 3 inch, dan Ukuran 4 Cm, untuk Selang Pembagi nya atau setara Pralon 3/4 inch.

Untuk Kebutuhan Selang Plastik, Hubungi:

Bapak Adi Wijaya.

>>> Klik WA: 0888-5672-168 <<<

 

Bagikan ini :

Selang Drip Irigasi Tetes

Irigasi Tetes salah satu metode di bidang Pertanian yang semakin banyak digunakan oleh para Petani. Irigasi merupakan penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman dengan meneteskan air di permukaan tanah. Penggunaan Irigasi Tetes dapat dikombinasikan dengan penggunaan Mulsa Plastik. Metode Irigasi Tetes menggunakan Selang Drip Irigasi Tetes, sangat efisen dalam menglokasikan air pada tanaman. Hal ini dikarenakan air yang dikeluarkan secara perlahan sedikit demi sedikit sehingga ada waktu untuk air menembus tanah, sehingga penggunaan air sangat efisien dan efektif. Oleh karena itu, dalam penggunaan jumlah air, Metode Irigasi Tetes lebih efisien dibandingkan penyiraman secara konvensional. Ketersediaan air bagi tanaman sangat penting bagi pertumbuhannya, begitu juga ketersediaan tambahan lain seperti pupuk.

Selang Plastik Irigasi Tetes Pada Lahan Pertanian

Selang Drip Irigasi Tetes Menghemat Tenaga Kerja.

Kegiatan penyiraman perlu perlu dilakukan setiap hari untuk menjamin tercukupinya kebutuhan air bagi tanaman. Kalau Lahan Pertanian Tanaman Besar, akan banyak membutuhkan waktu dan tenaga jika menggunakan cara metode penyiraman konvensional. Saat ini, Biaya yang dikeluarkan untuk Penyiraman Air dengan menggunakan Sumber Daya Manusia akan besar.

Selang Drip Irigasi Tetes Menghemat Tenaga Kerja Manusia

Dengan menggunakan Teknologi Metode Irigasi Tetes, proses penyiraman akan menjadi mudah dan sederhana. Dengan bantuan Pompa Air, Air yang dari penampungan didorong menuju Lahan Pertanian dan langsung membasahi permukaan Lahan Pertanian di bawah Mulsa Plastik (kalau menggunakan Plastik Mulsa). Lama proses penyiraman pada metode Irigasi Tetes ini tergantung dari banyak faktor. Faktor itu antara lain, Luas Lahan Pertanian dan Daya Dorong Pompa Air. Selain Penyiraman, Irigasi Tetes dapat juga digunakan untuk memberikan dan mendistribusikan Pupuk kepada tanaman. Untuk Pupuk harus diperhatikan, untuk menggunakan Pupuk yang mudah larut  dalam air, agar tidak menyebabkan penyumbatan pada Selang Plastik nya.

Selang Drip Irigasi Tetes Meningkatkan Pendapatan Usaha Tani.

Harus diketahui bersama bahwa biaya awal Pembelian dan Instalisasi Selang Irigasi Tetes memang cukup besar. Tapi Biaya Besar ini dapat bertahan hingga lebih dari 2 (dua) Tahun. Selain dapat bertahan hingga 2 (dua) Tahun, biaya besar yang dikeluarkan diawal pemasangan akan ditutup oleh hasil dari usaha tani yang dijalankan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan Irigasi Tetes dapat mengurangi Biaya Tenaga Kerja Manusia untuk Menyiram dan Memupuk. Selain itu, penggunaan Irigasi Tetes dapat menambah efektifitas terpenuhinya kebutuhan Air bagi Tanaman Pertanian, maka Tanaman yang dihasilkan dapat meningkat yang sekaligus Pendapatan Hasil Usaha akan meningkat juga.

Keuntungan yang didapatkan dari budidaya tanaman menggunakan Drip Irigasi Tetes lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan Drip Irigasi Tetes. Biaya Investasi Tinggi Drip Irigasi Tetes yang tinggi, dapat ditutup dari penghasilan tinggi yang didapatkan ketikan menggunakan Metode Teknologi Drip Irigasi Tetes.

Dari penjelasan yang telah dilakukan, dapat diambil sedikit kesimpulan bahwa penggunaan Drip Irigasi Tetes pada Lahan Pertanian perlu dipertimbangkan untuk dapat digunakan dan diterapkan, karena memiliki banyak keuntungan yang akan didapat jika menerapkan Selang Plastik Irigasi Tetes.

Jaringan Irigasi terdiri dari Selang Induk dan Selang Drip Irigasi Tetes. Selang Induk biasanya menggunakan Pralon PVC, tapi bisa diganti dengan Selang Plastik LDPE warna Hitam. Selang Plastik Drip Irigasi Tetes berbahan Plastik LDPE warna Hitam. Warna Hitam ini memiliki kelebihan, sulit ditembus cahaya matahari. Dengan tidak tertembus Cahaya Matahari akan menurunkan resiko adanya penyumbatan yang disebabkan oleh lumut maupun alga. Jika terjadi penyumbatan akan mengganggu kinerja Sistem Irigasi Tetes.

Untuk memastikan Selang Plastik Hitam LDPE

Selang Irigasi 3 Inch

dan Selang Plastik Drip Irigasi Tetes,

Selang Drip Irigasi Tetes

pastikan menggunakan Kualitas yang Baik, Kuat, Ulet sehingga dapat bertahan lama.

 

Selang Plastik LDPE merk TIC TAS.

Hubungi:

Adi Wijaya.

PT Hidup Baru Plasindo.

Klik Disini untuk Hubungi WhatsApp (WA)

Bagikan ini :

Selang Plastik Pertanian

Air merupakan salah satu sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk keperluan Pertanian.

Dalam Bahasa Jawa disebutkan:

” Toya meniko kangge panggesanganipun sedaya titah, manungso utawi tuwuhan. Tanpo Toya sedaya mboten  saget gesang “.

Jadi Air merupakan kebutuhan pokok semua makhluk hidup. mempunyai sawah atau tegal apabila tidak ada air tidak akan ada hasil apapun.

Lahan Pertanian, Sawah atau Tegal, harus dialiri Air. Kalau Jarak antara Sumber Air ke Lahan Pertanian Dekat, tidak akan ada masalah, masalah akan terjadi jika jarak nya jauh.

Selang Plastik Pertanian dapat menjadi Solusi yang ideal dari masalah jauh nya jarak dari Sumber Air ke Sawah, Tegal atau Lahan Pertanian.

Selang Plastik Pertanian

Manfaat Selang Plastik Pertanian

  1. Mengalirkan Air dari Sumber Air ke Lahan Pertanian.
  2. Mengefisien dan efektifkan menggunakan Sumber Daya Tenaga Manusia.
  3. Mengefektifkan Penggunaan Air, sehingga Air yang tersedia dapat dioptimalkan.

Cara Kerja Selang Plastik Pertanian pada Irigasi Selang

Memompa Air ke Penampungan Air ( water torn ) setinggi 3 (tiga) meter dan mengalirkan ke tanaman dengan perantara Selang Plastik sebagi Selang Induk dan Selang Irigasi Plastik yang dilubangi dengan jarak yang sesuai dengan jarak antar titik tanaman. Penyiraman dilakukan biasanya dilakukan 2 (dua) kali dalam sehari, pagi dan sore hari selama kurang lebih 10 (sepuluh) menit sampai dengan 20 (dua puluh) menit, tergantung fase pertumbuhan tanaman. Sistem Tekanan air rendah ini menyampaikan air secara lambat dan akurat ke titik – titik tanaman, tetes demi tetes.

Metode pengairan dengan Selang Plastik Pertanian Irigasi ini dilakukan dengan instalasi jaringan Pipa Air dengan menggunakan Pralon PVC (Poli Vinil Chlorida) atau bisa juga dengan menggunakan Selang Plastik LDPE pada tiap bedengan tanaman. Komponen Utama terdiri dari Pipa Pralon dan Selang Irigasi, Pompa Air dan Tandon Air. Pipa Pralon PVC sebagai Pipa Induk (1,5 inch / 2 inch / 3 inch ), dan Selang Irigasi 4 centimeter (setara Pralon 3/4 inch) sebagai Selang Tetes. Selang Irigasi diarahkan sepanjang tanaman dan diberi lubang sesuai dengan titik – titik tanaman. Pengairan dan Penyiraman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam sehari, pagi dan sore dengan lama penyiraman selama 10 (sepuluh) menit, pada fase pembungaan, fase pembuahan selama 11 (sebelas) menit dan fase panen selama 12 (duabelas) menit.

Selang Plastik Irigasi PertanianSelang Plastik Irigasi Pertanian Tetes

Dibandingkan dengan penyiraman dengan sistem semprot yang memerlukan jumlah air yang cukup banyak, sistem pengairan Sistem Irigasi ini lebih sangat amat hemat air. Sistem semprot membutuhkan air yang sangat amat banyak sementara tanah tidak diberi waktu yang cukup untuk melakukan penyerapan air. Dan pada Akhirnya air akan lolos di permukaan yang mengakibatkan erosi pada tanah. Sistem Irigasi dengan Selang Plastik pada Pertanian ini tidak akan membuang – buang  air secara berlebihan, sehingga tidak menyebabkan erosi dan sedikit air yang menguap sehingga cukup dapat menghemat air. Air akan memiliki cukup waktu untuk menyerap ke dalam dan secara kapiler ke seluruh area perakaran.

Demikian juga dengan kebiasaan petani yang melakukan penyiraman tanah dengan Gembor yang biasanya berkapasitas 15 (Lima Belas) liter, yang dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam sehari. Satu gembor yang digunakan untuk menyiram 6 (enam) sampai dengan 7 (tujuh) tanaman. Air yang digunakan untuk menyiram tanaman perbatang adalah 15 (lima belas) setiap 7 tanaman sehingga per 1 (satu) batang tanaman menerima 2,14 (dua koma empat belas) liter. Sedangkan kebutuhan air bagi tanaman cabai masing – masing fase pertumbuhan berbeda, agar air yang digunakan dapat secara optimal maka irigasi harus diatur sesuai dengan kebutuhannya.

Dari beberapa contoh diatas, Penggunaan Selang Plastik Pertanian, sangat membantu dan meningkatkan Hasil Produksi Pertanian. Penggunaan Selang Plastik Pertanian ini dapat sebagai Selang Induk ataupun Selang Tetes.

Selang Plastik Pertanian pada Lahan Tanam

Untuk Kebutuhan Selang Plastik untuk Pertanian dan Selang Irigasi Tetes, Hubungi:

Bapak Adi Wijaya.

WhatsApp (WA)

 

Bagikan ini :

Selang Plastik Untuk Irigasi Tetes

Selang Plastik Irigasi Tetes, adalah Sebuah Cara yang Digunakan oleh Petani Modern, untuk Mengairi Bidang Tanaman dengan bantuan Selang Plastik, sehingga Penggunaan Air, Efektif dan Efisien.

Selang Irigasi Tetes Tanaman Cabe

Selang Plastik Irigasi Tetes dapat meningkatkan Nilai Ekonomis dalam sebuah Lahan Pertanian. Nilai Ekonomis nya ada di Pemakaian Air dan Pekerjaan Sumber Daya Manusia dapat di minimalkan, sehingga dapat di Hemat.

Untuk me Maximal kan Nilai Ekonomis, Selang Plastik untuk Irigasi Tetes, yang digunakan juga harus mempunyai Kualitas yang Baik, sehingga dapat Tahan Lama.

Cara Mengetahui Selang Plastik yang mempunyai Kualitas Baik.

  1. Permukaan Selang Plastik Halus.
  2. Warna Hitam nya Cerah (Warna Hitam nya, adalah PeWarna Hitam untuk Plastik, BUKAN berasal dari Plastik daur ulang).
  3. Jika Selang Plastik Ditarik, dapat “Mulur” (Bertambah Panjang) sebelum akhirnya Putus.
  4. Jika di Bau, Selang Plastik nya tidak berbau ( artinya: Selang Plastik terbuat dari Bijih Plastik Murni).
  5. Jika dipasang di Lahan Pertanian dapat Tahan Lama, untuk Kondisi Pemakaian Normal.
  6. Agar dapat diterapkan di Lahan Pertanian, bisa di Lubangi sesuai Jarak Tanaman, sehingga Pemakaian Air dapat Efektif dan Efisien.

Untuk Memastikan Selang Plastik yang digunakan adalah yang Ber KUALITAS Baik dan Murni, Pakailah Selang Plastik Cap TIC TAS, Produksi dari PT Hidup Baru Plasindo.

Pabrik Selang Plastik Irigasi Tetes

PT Hidup Baru Plasindo, Selalu Utamakan Mutu, Sejak 1982.

Hubungi:

Bapak Adi Wijaya.

PH: 0852-2911-1168

WA: 0888-5671-168

PT Hidup Baru Plasindo.

Jl. Raya Grogol No. 175, Kel. Langenharjo, Kec. Grogol

Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah, 57552.

Bagikan ini :