Selang Plastik Hitam

Pemberian Irigasi atau pengairan yang tidak tepat dapat menjadi penyebab utama rendahnya produktifitas tanaman dan pertanian. Hal ini dapat terlihat dengan jelas dari sebagian besar tanaman yang mati disebabkan terjadinya pembusukan akar akibat kelebihan air atau kematian tanaman disebabkan karena kekurangan air, karena pemberian irigasi dengan sistem tradisional yang diterapkan petani dalam memberikan air tanpa adanya takaran yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan cara pemberian irigasi tetes dengan Selang Plastik Hitam yang terkontrol pada tanaman dan pertanian untuk peningkatan tingkat Produktifitas tanaman dan pertanian.

Selang Plastik Pertanian

Dalam pemberian air pada tanaman Petani harus memperhatikan kebutuhan air pada tanaman pertanian, apabila air yang di berikan pada tanaman pertanian tersebut berlebihan maka tanaman tersebut akan membusuk, dan apabila pemberian air pada tanaman kurang maka tanaman tersebut akan layu dan mati.

Irigasi secara umum didefenisikan sebagai penggunaan air pada tanah  untuk keperluan penyediaan cairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Pemberian air irigasi dapat dilakukan dalam 5 (lima) cara:

1. Dengan  penggenangan.

2. Dengan menggunakan alur, besar atau kecil.

3. Dengan menggunakan air di bawah permukaan tanah melalui sub irigasi, sehingga  menyebabkan permukaan air tanah naik.

4. Dengan penyiraman

5. Dengan sistem cucuran.

Salah satu cara membuat tanaman subur dan sehat adalah dengan mengalirkan air yang sering sampai ke dalam akar. Metode irigasi tetes cocok digunakan untuk tanaman bunga, sayuran, pohon, semak dan tanaman rumah kaca, karena sistemnya yang terus menerus mengalirkan air tetes demi tetes. Dengan menggunakan sistem ini kita akan banyak sekali menghemat waktu dan uang karena kita tidak perlu menyiram air berlebihan setiap waktu yang hal ini akan sangat memboroskan pasokan air dan membuat tanaman rusak.

Selang Plastik Hitam untuk Metode Irigasi Tetes

Irigasi sisitem cucuran, juga disebut irigasi tetesan (drip), terdiri dari jalur Pipa  yang ekstensif biasanya dengan diameter cukup yang memberikan air yang  tersaring langsung ke tanah dekat tanaman. Alat pengeluaran air pada pipa dengan menggunakan Selang Plastik Hitam yang berukuran kecil (biasanya ukuran 4 centimeter. Dari Selang Irigasi, air menyebar secara menyamping atau tegak sesuai dengan arah yang dikehendaki.

Selang Plastik untuk Irigasi Tets

Pada irigasi tetes hanya daerah perakaran tanaman yang diberi air, dan dengan pengelolaan yang tepat, kehilangan Perkolasi menjadi minimal. Evaporasi Air dari tanah bisa lebih rendah karena hanya sebagian dari luasan permukaan tanah yang basah.

Perkolasi adalah proses mengalirnya air ke bawah secara gravitasi dari suatu lapisan tanah ke lapisan di bawahnya, sehingga mencapai permukaan air tanah pada lapisan jenuh air.

Evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

Kebutuhan tenaga kerja manusia lebih rendah karena sistem ini dapat dioperasikan secara otomatis. Pengurangan kehilangan perkolasi dan evaporasi akan menghasilkan penggunaan air yang ekonomis dan hemat. Gulma dapat lebih mudah dikendalikan, terutama pada daerah lahan yang tidak diairi. Bakteri, hama dan penyakit lain yang tergantung pada lingkungan yang lembab dapat berkurang, karena bagian tanaman yang ada diatas tanah umumnya kering.

Keuntungan Irigasi Tetes dengan Selang Plastik Hitam

Keuntungan sistem ini adalah sedikit menggunakan air untuk menyirami, air tidak terbuang percuma, dan penguapan atau evaporasi bisa diminimalisir. Irigasi Tetes sederhana bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi masalah kekeringan atau sedikitnya persediaan air di lahan – lahan kering. Irigasi Tetes Sederhana dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien.

Prinsip dasar Irigasi Tetes sederhana ini adalah memompa air ke penampungan air (water torn) setinggi 3 meter dan mengalirkannya ke tanaman dengan perantara pipa dan Selang Plastik Hitam yang dilubangi dengan jarak sesuai jarak antar tanaman. Penyiraman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali sehari, pagi dan petang selama 10 menit s/d 12 menit tergantung fase pertumbuhan tanaman. Sistem tekanan air rendah ini menyampaikan air secara lambat dan akurat pada akar – akar tanaman, tetes demi tetes.

Selang Irigasi Tetes

Metode pengairan dengan irigasi Tetes sederhana ini dilakukan dengan instalasi jaringan pipa air dengan menggunakan Pipa Pralon PVC (polivinilchlorida) pada tiap bedengan tanaman. Komponen utamanya adalah pipa paralon, Selang Plastik Hitam, pompa air dan tandon air. Pipa yang berdiameter lebih besar digunakan sebagai pipa utama, sementara yang lebih kecil (3/4 inch) digunakan sebagai Selang Irigasi Tetes. Pipa utama berfungsi sebagai pembagi air ke setiap Selang Irigasi. Selang Plastik Hitam untuk Irigasi Tetes diberi Lubang sesuai jarak tanaman.

Dibandingkan dengan penyiraman sistem semprot yang memerlukan jumlah air yang banyak, sistem pengairan Selang Irigasi ini lebih menghemat air. Sistem semprot membutuhkan air yang amat sangat banyak, sementara tanah tidak diberi waktu yang cukup untuk menyerap air. Hasilnya air akan lolos di permukaan mengakibatkan erosi. Irigasi pipa ini tidak membuang – buang air, tidak menyebabkan erosi dan sedikit air yang menguap sehingga cukup dapat menghemat air. Dan air memiliki waktu untuk menyerap ke dalam dan secara kapiler keseluruh area perakaran.

 

Untuk Kebutuhan Selang Plastik Hitam untuk Irigasi Tetes, Hubungi:

Bapak Adi Wijaya.

>>> WA: 0888-5672-168 <<<

 

Bagikan ini :