Selang Drip

Sistem Drip atau biasa disebut Sistem Irigasi Tetes adalah salah satu sistem yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Selang Drip disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan.

Sistem Drip / Fertigasi adalah Sistem yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari sekedar hobi hingga skala komersil. Sebab Biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah.

Biaya pengoperasiannya lebih murah, karena listrik yang digunakan untuk irigasi tidak perlu dinyalakan terus menerus. Dapat menggunakan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Tanaman lebih toleran jika ada pemadaman listrik.

Selang Drip untuk Tanaman Hortikultura

Sistem ini biasanya untuk tanaman sayuran buah seperti tomat, cabai, melon, paprika, dan terong. Sistem ini juga cocok diterapkan untuk menanam sayuran daun dan herbs. Sayuran Akar juga memungkinkan dibudidayakan dengan sistem ini.

Sistem drip berasal dari Israel yang diterapkan langsung ke tanah yang berpasir. Hampir semua tanaman pangan dapat ditanam dengan baik dengan Sistem Drip, mulai dari sayuran daun hingga tanaman sebesar pisang.

Selang Drip pada Pisang

Air merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman, dalam hubungan nya dengan perolehan Hasil Produksi dan Kualitas yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan oleh para petani untuk memberikan air untuk tanaman nya.

Manfaat Selang Drip untuk Tanaman

  1. Memberi Air dan Pupuk yang tersaring ke dalam Tanah melalui Pemancar / Selang yang dilubangi.
  2. Debit Air yang Kecil dan Konstan dengan Tekanan Rendah.
  3. Air akan menyebar di Tanah, samping dan bawah dengan Gaya Kapiler dan Gravitasi. Bentuk Sebaran dan Titik nya tergantung Jenis Tanah, Kelembaban, dan Jenis Tanaman serta Jarak Tanaman.

Keuntungan menggunakan Irigasi Tetes

  1. Efiseiensi dan Efektifitas sangat tinggi, Evaporasi atau penguapan air rendah, pengairan dibatasi sekitar tanaman.
  2. Respon Tanaman Lebih Baik, Produksi, Kualitas, Keseragaman.
  3. Lahan tidak terganggu yang disebabkan oleh siraman.
  4. Bisa diletakkan di bawah Mulsa Plastik.

Sistem Irigasi Tetes mempunyai cara kerja pengontrolan yang baik sejak air dialirkan sampai diserap tanaman. Di samping itu sistem kerja irigasi tetes mengurangi proses penguapan (evaporasi), di mana nutrisi atau pupuk dapat segera diberikan ke tanaman melalui irigasi. Sistem irigasi sangat cocok digunakan untuk tanaman yang ditanam secara berderet yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga dapat menutupi biaya
penyusutan perangkat irigasi tetes. Kandungan air dalam tanah merupakan salah satu hal penting pada produksi tanaman. Pengaturan jumlah dan waktu pemberian air akan mendukung keberhasilan penanaman. Air menjadi media pengangkut nutrisi/hara dan pupuk dari tanah ke seluruh bagian tanaman. Namun kelebihan dan kekurangan air mengganggu tanaman karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan pertanian serta memengaruhi produksi tanaman.

Manfaat irigasi tetes antara lain ialah penghematan penggunaan air, waktu, tenaga kerja, dan biaya tenaga kerja manusia. Penghematan air dengan sistem ini karena diberikan ke tanaman sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman dengan irigasi tetes menghemat waktu karena penyiraman  air dilakukan secara otomatis dengan hanya membuka stop kran. Penggunaan
tenaga kerja manusia menjadi berkurang karena penyiraman dilakukan secara serentak. Pada irigasi tradisional (kocor), petani membutuhkan banyak air dan banyak alokasi tenaga kerja manusia karena dilakukan secara manual dan satu per satu tanaman.

Selang Drip yang berkualitas

Dari Penjabaran diatas, jelas bahwa Selang Plastik Drip mempunyai manfaat yang tinggi dan dapat meningkatkan Produksi Pertanian, dan mempunyai nilai ekonomis dalam penggunaan nya.

Bagikan ini :